Selasa, 20 Desember 2016

Anak Nakal atau Kreatif?


Tentu tak jarang air mata kita menetes perlahan, membasahi kedua pipi. Ketika anak kita sudah semakin besar. Apa yang sudah dan sering kita lakukan pada mereka? Bagaimana perasaan mereka? Tak jarang, kita tak pedulikan perasaan mereka. Kita perlakukan mereka semau kita, kita turuti segala bentuk emosi dan nafsu pribadi. Tak jarang pula, kita labeli mereka dengan label yang negatif seperti, nakal, ga nurut, semaunya sendiri, dan label-label negatif lainnya.

Seharusnya, kita tak berikan label-label negatif itu pada anak kita. Label-label negatif itu akan membekas di hatinya, akan menyakiti mereka, dan akan berdampak kurang baik pada saat mereka dewasa kelak.

Kita juga tak boleh membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain. Karena hal ini juga akan menyakiti hatinya. 

Selain melabel anak dengan label negatif dan membanding-bandingkannya dengan anak lain, ada hal lain yang sebaiknya juga tidak kita lakukan pada anak kita, yaitu :

1. Marah-marah yang berlebih.
Marah-marah tak akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Justru dengan marah-marah energi kita akan terkuras sia-sia. Dan anak pun biasanya akan semakin menggoda kita, dengan bertingkah yang semakin membuat kita marah. Sehingga bisa jadi marah kita akan berakhir dengan penyesalan.

2. Memukul, mencubit, dan melakukan kekerasan fisik lainnya.
Melakukan kekerasan fisik, akan melukai fisik anak, dan melukai perasaan anak juga. 

3. Berbohong dan berkata-kata kasar.
Kebohongan apapun alasannya tetap kebohongan. Dan ketika itu kita lakukan pada anak kita, maka otomatis kita telah menanamkan kebohongan pula pada mereka. Bisa jadi kelak mereka akan membohongi orangtuanya, karena mereka telah mendapatkan pelajaran kebohongan sejak dini. Begitu pun dengan berkata-kata kasar. Anak-anak akan dengan mudahnya menirukan apa yang sering didengarnya. Jika kata-kata kasar yang sering didengarnya, maka tak mustahil kelak ia pun akan menjadi seorang yang kasar pula.

Apa yang kita lakukan pada anak-anak kita, bisa jadi akan dicontoh oleh mereka. Karena anak-anak adalah peniru yang ulung. Jadi sebagai orangtua, kita harus berhati-hati dalam setiap ucapan, perilaku dan tindakan kita sehari-hari. Jangan sampai kita menjadi contoh keburukan bagi mereka, anak-anak kita.

Lalu bagaimana kalau anak kita nakal?
Nakal pada anak termasuk salah satu label negatif yang orangtua berikan. Sesungguhnya tidak ada anak yang nakal. Yang ada hanyalah anak yang kreatif. Anak yang super kreatif. Dan orangtua harus pandai-pandai menyikapinya. Orangtua harus selalu berfikir positif. Dan berusaha sekuat tenaga untuk bisa bersabar dan ikhlas, menerima apapun dan bagaimana pun kondisi dan keadaan sang anak. Karena pada hakikatnya anak adalah titipan. Kelak titipan itu akan diambil kembali oleh yang menitipkan. Dan akan dimintai pertanggungjawaban. Bagaimana kita telah memperlakukan titipan itu? Sudahkah dijaga dengan sebaik mungkin? Atau kita malah merusak titipan itu?

Semoga kita termasuk orangtua yang amanah dalam menjaga titipan dari Allah.

Semoga tidak terlambat untuk kita memperbaiki semuanya. Semoga masih ada waktu bersama mereka, untuk belajar mengerti dan memahami mereka sepenuhnya. Karena waktu kita bersama mereka tak akan lama. Kebersamaan kita dengan mereka hanya singkat saja. Sebentar lagi mereka akan bertumbuh dewasa. Mereka akan punya kehidupan sendiri-sendiri. Dan kita tak bisa lagi membersamai mereka. Hingga kita akan merindukan saat-saat itu. Saat kanak-kanak mereka. Saat mereka kita beri label nakal, yang sesungguhnya merupakan kekreatifan dan kepintaran mereka. 

Hari-hari bersama mereka pasti akan kita rindukan lagi, suatu ketika nanti. Jadi, jangan siakan hari ini. Hari dimana kita masih bisa bersama mereka. Tak ada lagi anak kita yang nakal, yang ada hanyalah anak kita yang kreatif dan pintar. 

Semoga kesabaran dan keikhlasan senantiasa ada dan terjaga di hati kita. 

#30DWC Jilid 3 Hari ke 21


Tidak ada komentar:

Posting Komentar